
Ikan Moonwalk: Penemuan Langka Ikan Berjalan Mundur di Kedalaman Laut
Rekaman pertama ikan "moonwalk" di dunia
Baru-baru ini, para peneliti berhasil merekam ikan moonwalk yang melangkah mundur di dasar laut, sebuah fenomena yang belum pernah terdokumentasi sebelumnya. Video tersebut menampilkan gerakan unik yang menyerupai tarian ikonik Michael Jackson, namun kali ini dilakukan oleh makhluk laut yang berlapis baja.
Bagaimana penemuan ini terjadi?
Tim ilmuwan yang dipimpin oleh peneliti dari Sun Yat-sen University bersama Southern Marine Science and Engineering Guangdong Laboratory meluncurkan ekspedisi ke bagian utara Laut China Selatan pada akhir Agustus 2026. Menggunakan kapal selam berawak Shenhaiyongshi serta robot bawah air (ROV) bernama Haiqin, mereka menurunkan peralatan ke kedalaman antara 1.148 hingga 1.640 kaki (sekitar 350‑500 meter). Pada rentang kedalaman tersebut, kamera berhasil menangkap momen langka ketika seekor ikan melakukan gerakan berjalan mundur.
Spesies yang terlibat
Setelah menelusuri rekaman, para peneliti mengidentifikasi ikan yang melakukan aksi tersebut sebagai Scalicus engyceros, sejenis armored searobin (peristediid). Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Albert Günther pada tahun 1872 dan memang dikenal memiliki kemampuan "berjalan". Namun, hingga kini belum ada bukti visual yang memperlihatkan ikan ini berjalan menyamping atau mundur secara langsung.
Keunikan gerakan "moonwalk" pada ikan
Gerakan yang ditunjukkan oleh Scalicus engyceros berbeda dari cara ikan biasanya berenang. Duri sirip dada (pectoral‑fin rays) yang keras berfungsi layaknya kaki kaku, memungkinkan ikan merayap di dasar laut dengan stabil. Saat merasa terancam, duri‑duri tersebut serta ekor dapat menghasilkan lompatan eksplosif, mirip dengan aksi cepat udang. Sirip dadanya juga telah berevolusi menjadi pelat bulat datar yang membantu menjaga keseimbangan selama berjalan maupun berenang.
"Walking Fish" – judul makalah yang mengungkap misteri
Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Ocean‑Land‑Atmosphere Research pada 30 Juli 2026 dengan judul makalah "Walking Fish". Sebagaimana tercantum dalam jurnal, para peneliti menekankan bahwa gerakan menyamping dan mundur ini belum pernah diamati pada spesies ikan lain di dunia, menjadikannya temuan yang sangat signifikan bagi ilmu biologi laut.
Spesies lain yang juga diamati
Selain Scalicus engyceros, tim peneliti menemukan dua spesies armored searobin lainnya di lokasi berbeda di Laut China Selatan, yaitu Paraheminodus murrayi dan Peristedion liorhynchus. Keberadaan ketiga spesies tersebut pada titik‑titik yang beragam menimbulkan hipotesis tentang adanya spesialisasi lokal yang memengaruhi evolusi perilaku berjalan pada ikan‑ikan berlapis baja.
Penampilan yang menyerupai hibrida ikan‑udang
Media di Amerika Serikat melabeli Scalicus engyceros sebagai "hibrida ikan‑udang" karena bentuk tubuhnya yang menggabungkan elemen udang dan ikan. Penampilan unik ini membuatnya mudah dikenali, terutama ketika duri‑duri sirip dada menonjol seperti kaki kecil yang siap melangkah.
Implikasi ilmiah dan ekologis
Temuan ini membuka peluang baru dalam memahami adaptasi morfologi pada ikan‑ikan yang hidup di zona mesopelagic. Kemampuan berjalan mundur dapat menjadi strategi menghindar dari predator atau cara efisien untuk menjelajahi substrat berpasir di kedalaman. Peneliti berharap data ini dapat memperkaya model evolusi locomotion pada vertebrata laut.
Reaksi komunitas ilmiah
Berbagai pakar biologi kelautan menyambut temuan ini dengan antusias. Salah satu ahli evolusi laut menyatakan, "Penemuan Scalicus engyceros yang dapat melakukan ‘moonwalk’ menantang asumsi kita tentang batas kemampuan locomotor ikan." Sementara itu, peneliti lain menambahkan, "Rekaman visual ini memberikan bukti kuat bahwa adaptasi struktural pada sirip dapat menghasilkan perilaku yang sangat berbeda dari kebiasaan berenang tradisional."
Harapan untuk penelitian selanjutnya
Dengan teknologi ROV yang semakin canggih, para ilmuwan berencana melakukan survei lebih luas di wilayah lain, termasuk perairan Indonesia, untuk mencari apakah fenomena serupa terjadi pada spesies lokal. Jika ditemukan, hal ini dapat memperkaya katalog keanekaragaman hayati laut Indonesia yang sudah terkenal kaya.
Kesimpulan
Rekaman ikan moonwalk pertama dalam sejarah menandai terobosan penting dalam ilmu kelautan. Dari kemampuan berjalan mundur hingga evolusi sirip menjadi "kaki" yang kuat, Scalicus engyceros membuktikan bahwa laut masih menyimpan banyak rahasia yang menunggu untuk diungkap. Penelitian ini tidak hanya menambah pengetahuan ilmiah, tetapi juga menginspirasi generasi berikutnya untuk terus menjelajahi kedalaman yang belum terjamah.